Thursday, December 31, 2015

Bajiarah ke Maqam Guru Sekumpul


    Liburan lalu, Saya dan keluarga saya berlibur ke Banjarmasin. Kami berlibur kurang lebih seminggu disana, Sebelum pulang ke Samarinda kami menyempatkan untuk ber-ziarah ke makam Guru sekumpul. Pasti banyak yang belum tau kan, siapa sih Guru Sekumpul?. Saya akan bercerita sedikit tentang Guru Sekumpul.
Guru Sekumpul

      Nama asi beliau adalah Kyai HAji Muhammad Zaini abdul Ghani.Beliau adalah sufi termasyhur, juga sosok wali Allah kharismatik Martapura, Kalimantan Selatan . Beliau adalah seorang ulama besar yang terkenal di Banjar. Beliau juga dianggap sebagai wali kutub, karena setiap apa yang dikatakannya dianggap sebuah kebenaran hakiki, sehingga di hormati dan disegani banyak orang
      Beliau meninggal dunia pada 2005 silam dan dikubur di kampung halamannya di Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kuburan ulama yang akrab disapa sebagai Guru Sekumpul atau Guru Ijai ini selalu dipadati peziarah tiap harinya.     
   
kompleks pemakaman sekumpul
  
Ketika memasuki kompleks pemakaman sekumpul , kita bisa melihat sejumlah rumah berderet mirip perumahan di Samarinda. Di kompleks pemakaman tak terlihat seorangpun pengemis seperti dimakam Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari atau Datu kelampayan hanya saja beberapa orang menjual makanan dan minuman. Selain itu parkir mobil dan motor tidak dipungut bayaran,begitu juga menaruh sandal dan sepatu

  Masuk ke ruangan kubah kita bisa melihat  gaya arsitektur gedung yang cantik dan berbagai macam ornamen kaligrafi yang indah dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berukuran besar di ruang utama.                           Ruangan kubah ini memiliki 2 pintu masuk utama untuk penziarah laki-laki dan wanita yang dipisahkan. Para peziarah harus mengenakan busana muslim yang sesuai syariat Islam, yaitu longgar, tidak membentuk lekuk tubuh, tidak transparan dan menutup aurat. Khusus peziarah perempuan diwajibkan memakai busana muslim longgar berupa rok atau gamis. Jika peziarah perempuan memakai celana, maka harus melapisinya dengan tapih bekurung atau sarung yang disediakan pengurus makam.


   Setelah itu kami masuk  untuk mengambil air wudhu terlebih dahulu dan masuk ke ruangan utama untuk membaca yasiin dan bacaan lainnya yang pahalanya dihadiahkan kepada Guru sekumpul.
   Kurang lebih 20 menit akhirnya selesai juga membaca yasiinnya sambil menunggu keluarga yang lain selesai, saya duduk di samping ibu saya yang sedang membaca yasiin . setelah selesai kamipun bergegas untuk pulang.
   Saya merasa sangat berkesan dengan wisata religius ini, karena selain bisa menjadikan seseorang mengenal kematian, kita juga dapat mengambil dan meneladani apa yang telah dilakukan guru sekumpul ini sebagai wali Allah dalam menjalankan ibadah kepada Allah dan menyebarkan ajaran islam di tengah-tengah masyarakat khususnya urang Banjar.