Liburan lalu, Saya dan keluarga saya berlibur ke
Banjarmasin. Kami berlibur kurang lebih seminggu disana, Sebelum pulang ke
Samarinda kami menyempatkan untuk ber-ziarah
ke makam Guru sekumpul. Pasti banyak yang belum tau kan, siapa sih Guru
Sekumpul?. Saya akan bercerita sedikit tentang Guru Sekumpul.
![]() |
| Guru Sekumpul |
Nama asi beliau adalah Kyai HAji Muhammad Zaini
abdul Ghani.Beliau adalah sufi termasyhur, juga sosok wali Allah kharismatik
Martapura, Kalimantan Selatan . Beliau adalah seorang ulama besar yang terkenal
di Banjar. Beliau juga dianggap sebagai wali kutub, karena setiap apa yang
dikatakannya dianggap sebuah kebenaran hakiki, sehingga di hormati dan disegani
banyak orang
Beliau meninggal dunia pada
2005 silam dan dikubur di kampung halamannya di Kelurahan Sekumpul, Kecamatan
Martapura, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kuburan ulama
yang akrab disapa sebagai Guru Sekumpul atau Guru Ijai ini selalu dipadati peziarah
tiap harinya.
Ketika memasuki kompleks pemakaman sekumpul , kita bisa melihat
sejumlah rumah berderet mirip perumahan di Samarinda. Di kompleks pemakaman tak
terlihat seorangpun pengemis seperti dimakam Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari
atau Datu kelampayan hanya saja beberapa orang menjual makanan dan minuman.
Selain itu parkir mobil dan motor tidak dipungut bayaran,begitu juga menaruh
sandal dan sepatu
![]() |
| kompleks pemakaman sekumpul |
Masuk ke ruangan kubah kita bisa melihat gaya arsitektur gedung yang cantik dan berbagai
macam ornamen kaligrafi yang indah dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berukuran
besar di ruang utama. Ruangan kubah ini memiliki 2 pintu masuk utama
untuk penziarah laki-laki dan wanita yang dipisahkan. Para peziarah harus
mengenakan busana muslim yang sesuai syariat Islam, yaitu longgar, tidak
membentuk lekuk tubuh, tidak transparan dan menutup aurat. Khusus peziarah
perempuan diwajibkan memakai busana muslim longgar berupa rok atau gamis. Jika
peziarah perempuan memakai celana, maka harus melapisinya dengan tapih bekurung
atau sarung yang disediakan pengurus makam.
Setelah itu kami
masuk untuk mengambil air wudhu terlebih
dahulu dan masuk ke ruangan utama untuk membaca yasiin dan bacaan lainnya yang
pahalanya dihadiahkan kepada Guru sekumpul.
Kurang lebih 20 menit
akhirnya selesai juga membaca yasiinnya sambil menunggu keluarga yang lain
selesai, saya duduk di samping ibu saya yang sedang membaca yasiin . setelah selesai
kamipun bergegas untuk pulang.
Saya merasa sangat berkesan dengan wisata religius ini, karena selain bisa menjadikan seseorang mengenal kematian, kita juga dapat mengambil dan meneladani apa yang telah dilakukan guru sekumpul ini sebagai wali Allah dalam menjalankan ibadah kepada Allah dan menyebarkan ajaran islam di tengah-tengah masyarakat khususnya urang Banjar.


